
Putri Isabella dari Valen bertahun-tahun meracik penawar wabah. Ia diam-diam pulang ke ibu kota untuk memberikan obat itu sebagai kado bagi ayahnya, Raja Arthur, yang akan menikah lagi. Tunangan Arthur, Margaret, membenci sang putri yang dianggap menunda pernikahan mereka. Saat melintasi ibu kota, kereta Margaret melaju ugal-ugalan dan nyaris menabrak warga. Isabella menghentikannya, namun Margaret dan putrinya malah memukuli dan mempermalukannya. Mereka menuduh Isabella sebagai penyihir, dibantu kapten penjaga kota yang korup. Margaret membakar lukisan ibu Isabella dan tanaman obatnya yang berharga, lalu memerintahkan Isabella diikat ke tiang pembakaran untuk dibakar hidup-hidup. Beruntung, Raja Arthur segera tahu kebenarannya dan tiba dengan murka.
Putri Isabella dari Valen bertahun-tahun meracik penawar wabah. Ia diam-diam pulang ke ibu kota untuk memberikan obat itu sebagai kado bagi ayahnya, Raja Arthur, yang akan menikah lagi. Tunangan Arthur, Margaret, membenci sang putri yang dianggap menunda pernikahan mereka. Saat melintasi ibu kota, kereta Margaret melaju ugal-ugalan dan nyaris menabrak warga. Isabella menghentikannya, namun Margaret dan putrinya malah memukuli dan mempermalukannya. Mereka menuduh Isabella sebagai penyihir, dibantu kapten penjaga kota yang korup. Margaret membakar lukisan ibu Isabella dan tanaman obatnya yang berharga, lalu memerintahkan Isabella diikat ke tiang pembakaran untuk dibakar hidup-hidup. Beruntung, Raja Arthur segera tahu kebenarannya dan tiba dengan murka.